Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Rasa

Sedih itu ada, Datang tiba-tiba, Menyesaki rongga dada, Memenuhi isi kepala. Rasanya seperti memaksa, Jika harus terus terlihat baik-baik saja, Di saat dunia rasanya hilang entah kemana. Lelah, marah, hancur, lebur. Seribu alasan untuk pergi, Seribu alasan pula untuk tetap di sini, Bimbang menentukan hidup yang sedang di tengah ambang. Setelah ini, apa? Bekasi, 2 Juni 2022 Zahwa.

Bagaimana

Katanya, "kau pasti bisa!" "kau pasti akan baik-baik saja!" "kau hebat!" "kau kuat!" Tidak. Entah sampai kapan akan bertahan, Di saat semuanya mulai hancur perlahan. Sisa-sisa luka yang menganga, Terus menguasai rongga dada dan kepala. yang datang akan pergi, yang hidup akan mati yang bersama akan kembali sendiri-sendiri. Langkah kaki mulai bergerak kian perlahan, Entah tempat mana yang jadi tujuan Berusaha terus bergerak, Berharap hilang sesak Walau tubuh kian merusak. Ingin menyerah, rasanya Ingin pasrah, rasanya Tapi, bagaimana? Bekasi, 2 Juni 2022 Zahwa.

Hidup

Tuhan menciptakan kehidupan, Namun ia juga yang mengizinkan kematian. Semua harus bertahan hingga waktunya tiba, Karena mati datang tanpa aba-aba. Terus berusaha untuk memperbaiki diri, Agar nanti tak ada yang perlu disesali. Terus beribadah, Walau jiwa raga sudah goyah Berharap semua berakhir indah. Bekasi, 3 Desember 2020 Zahwa.

Eyang

Teruntuknya,  yang kini telah tiada Apa kabar disana? Semoga bahagia, Berkumpul kembali bersama mereka yang kau cinta. 25 juli 2021, Kali terakhir kita bertemu, Kali terakhir aku menyentuhmu. Sebelum akhirnya, Kau berjuang mempertahankan nyawa, Tanpa keluarga, Sembilan hari lamanya. 2 agustus 2021, Sebuah panggilan membawa kabar bahagia, Kau telah membaik, katanya. Aku berangkat, Menuju tempatmu beristirahat, Rumah sakit tempatmu dirawat. Sayang, mereka berbohong dengan mengatakanmu baik-baik saja Agar keluarga merasa lega, katanya. Kabar duka menyelimuti pagi itu. Kau menyerah,  Setelah melawan sakit yang parah. Tak ada yang bisa kami lakukan selain pasrah. Tangisan pecah, Di tempat yang kau sebut rumah. Aku merindukanmu setiap harinya, Mengharap kau masih ada, Mengulang kembali semua momen bahagia bersama. Semoga tenang dan bahagia engkau di sana, Berdoa agar kita dapat bertemu di surga, Semoga. Bekasi, 5 Februari 2022 Zahwa.

2022

 Dua ribu dua puluh dua, Tak banyak berharap seperti biasanya,  Hanya berpegang pada kekuatan doa. Teringat sebelumnya pernah hampir mati, Melawan sakit yang kian menggrogoti diri, Kini, berjuang untuk berdiri kembali Berdoa dan berusaha agar segala sakit yang sudah terlewati, Tak terulang kembali nanti. Bekasi, 5 Februari 2022 Zahwa.