Postingan

Masih Dirimu, Bu.

  Bu, aku tau ini berat bagimu. Aku tau, bukan ini yang kau mau. Aku tau, air matamu luruh disepertiga malammu.   Tapi bu, aku butuh dirimu. Aku butuh ibu untuk temani aku berjuang. Jika kau tak mau, dengan siapa aku bisa berpegang?   Bu, aku juga ingin bercerita banyak hal padamu. Tapi rasanya lidahku kelu. Selama ini, aku selalu berfokus pada kesedihanmu. Hingga lupa pada kesedihanku diriku. Aku juga lupa bahwa aku juga butuh didengar, Bahkan lupa bahwa aku juga butuh bersandar.   Bu, aku tau aku hanya menjadi beban. Maaf karena saat ini yang bisa ku lakukan hanya bertahan. Maaf aku belum bisa dibanggakan. Maaf aku tak tumbuh seperti yang kau harapkan.   Bu, aku hilang arah. Aku tak tau dimana dulu yang ku sebut rumah. Bu, aku lelah. Aku ingin menyerah. Jangan paksa aku untuk berjuang, Aku ingin pulang.   November 2023, Zahwa.

Bu

Bu, ini aku, anakmu. Anakmu yang terlahir dua puluh tiga tahun lalu. Anakmu yang kini tumbuh dewasa. Anakmu yang menahan semua hal tanpa bercerita. Bu, maafkan aku. Aku yang mungkin tidak sesuai ekspetasimu. Aku yang mungkin belum bisa membahagiakanmu. Aku yang selalu menyusahkan. Aku yang selalu menjadi beban.   Bu, aku sakit. Tubuhku rasanya menolak untuk bisa bangkit. Helaan napaskupun kian terasa tercekit. Bu, aku ingin kembali berdiri. Aku ingin kembali dapat berlari. Aku juga ingin kembali bermain voli. Tapi untuk saat ini, Aku hanya ingin sehat lagi.   Bu, tolong jangan marah. Sama sepertimu, aku juga bisa lelah. Walau berbeda denganmu, aku jauh lebih lemah. Tapi ku harap kau tau, aku berusaha untuk tidak   menyerah.   Bu, jika waktuku lebih dulu tiba, Tolong tetap sehat dan bahagia. Tolong tetap jadi ibuku yang jauh lebih kuat dari baja. Tolong jangan pernah menyerah sekuat apapun badai nantinya.   ...

Separuh

  Separuh dari diriku mengatakan aku harus mampu. Separuhnya lagi sudah tidak peduli dengan apapun yang terjadi.   Separuh dari aku masih ingin mencapai semua tujuanku. Separuhnya lagi hanya ingin merasa lebih baik dari saat ini.   Separuh dari aku masih ingin belajar hal-hal baru. Separuhnya lagi hanya ingin bisa kembali berdiri.   Aku masih ingin belajar baseball. Aku masih ingin mencapai garis finish di maraton pertamaku nanti. Aku masih ingin menikmati setiap sudut kota setiap harinya.   Tapi untuk saat ini, Aku hanya ingin bisa berdiri kembali. Aku hanya ingin bisa berjalan dan berlari tanpa rasa sakit lagi. Aku hanya ingin kembali ke masa sebelumnya; Masa dimana semuanya baik-baik saja dan aku bahagia. November 2023, Zahwa.

Pada Akhirnya

  Pada akhirnya, aku sampai di titik dimana aku tidak tertarik dengan apapun lagi. Aku tidak lagi berambisi untuk meraih mimpi, Aku tidak lagi bersemangat untuk mencapai tujuan yang kini terhambat.   Impianku menonton konser atau hanya sekadar berwisata kuliner, rasanya aku sudah tidak peduli. Aku tidak lagi peduli dengan apapun di hidupku; baik yang sudah diimpikan atau dengan apa yang sedang aku jalankan.   Aku tidak lagi tertarik untuk dapat menjadi yang terbaik. Aku tidak lagi berselera dengan makanan-makanan favoritku yang dulu bisa buatku sangat bahagia. Aku mati rasa. Aku lupa caranya bahagia. Aku hanya ingin semuanya baik-baik saja sampai waktuku tiba. November 2023, Zahwa.

Biasanya

Menahan sesuatu yang ingin pergi, Hanya akan menyakiti diri sendiri.             Sekuat apapun menahan,             Pada akhirnya akan saling mengikhlaskan. Egois rasanya bila ingin ia tetap ada, Egois rasanya bila menahannya untuk tidak kemana-mana, Tetapi nyatanya saya belum siap jika dia tidak ada.             Biasanya selalu bersama,             Biasanya selalu melangkah pada tujuan yang sama,             Belum siap jika akan saling lupa. Lupa bulannya, 2022. Zahwa.

Opsi

     Sekuat apapun bertahan, akan ada masanya kita akan saling melepaskan. Meninggalkan semua kenangan, Memaafkan semua kesalahan, Kemudian saling mengikhlaskan.      Memang, pergi bukanlah solusi. Tetapi akhirnya ia akan menjadi sebuah opsi, Ketika keberadaan tak lagi dihargai. Lupa bulannya, 2022. Zahwa.

Cuaca

Ia datang membawa sejuta kebahagiaan, Menetap dengan sejuta kebaikan. Keberadaannya bak cuaca yang membawa luka dan bahagia, tergantung pada musimnya Keberadaannya bak ilmu fisika yang terkadang rumit untuk dapat mengertinya Menghadapi cuaca dan fisika tidak jarang membuat lelah, Tidak jarang pula rasanya ingin berpasrah. Tapi satu; apapun yang terjadi aku tidak akan menyerah. Aku menyayanginya lebih daripada sekadar menghadapi kacaunya cuaca dan rumitnya ilmu fisika. Lupa bulannya, 2022. Zahwa.